Showing posts with label PERSONAL HYGIENE. Show all posts
Showing posts with label PERSONAL HYGIENE. Show all posts

Friday, April 21, 2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR TERTUTUP

SOP MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR TERTUTUP

A.  DEFINISI
Suatu kegiatan untuk mengganti alat tenun (sprei) pada tempat tidur pasien

B.  TUJUAN

  1. Menjaga kebersihan lingkungan
  2. Mencegah infeksi
  3. Memberikan rasa nyaman

C.  INDIKASI
Dilakukan ketika alat tenun pasien kotor

D.  PERSIAPAN PASIEN
Memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan tindakan

E.  PERSIAPAN ALAT

  1. Alat tnun
  2. Laken
  3. Perlak (bila perlu)
  4. Steek laken
  5. Boven laken
  6. Sarung bantal
  7. Selimut
  8. Overlaken


F.  CARA KERJA

  1. Mencuci tangan
  2. Meletakkan alat tenun di tempat yang bersih
  3. Memasang laken dengan lipatan memanjang dan menentukan garis tengah tempat tidur
  4. Memasukkan laken bagian kepala kurang lebih 25 cm kemudian bagian kaki dan buat sudut. Masukkan juga sisinya
  5. Memasang perlak dan steek laken
  6. Memasang boven laken secara terbalik dengan jahitan lebar di bagian kepala sampai batas kasur
  7. Meletakkan selimut tepat pada garis jahitan bovenlaken
  8. Memasang sarung bantal dan meletakkan bantal dengan bagian tertutup kejurusan pintu
  9. Memasang overlaken
  10. Mencuci tangan
  11. Mendokumentasikan tindakan


Thursday, April 20, 2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MEMASANG KAP KUTU

SOP MEMASANG KAP KUTU

A. DEFINISI
Tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat untuk memberikan obat kutu di kepala pasien yang berkutu

B. TUJUAN
Menghilangkan kutu

C. INDIKASI
Dilakukan pada pasien yang berkutu

D. PERSIAPAN PASIEN
Memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan tindakan
Posisikan pasien sesuai dengan kebutuhan

E. PERSIAPAN ALAT

  1. Obat kutu, misalnya campuran minyak tanah dan minyak kelapa dengan perbandingan 1:1, dicampur kapur barus yang sudah dihaluskan
  2. Kap kutu khusus atau kai segitiga (mitela)
  3. Pengalas dari karet atau kain
  4. Peniti
  5. Kain kas
  6. Vaselin
  7. Sisir kutu dan sisir biasa
  8. Kertas pembungkus kotoran
  9. Ember
  10. Bengkok (nierbekken) beisi larutan disinfektan
  11. Celemek untuk petugas
  12. Tutup untuk kepala
  13. Sarung tangan untuk petugas


F. CARA KERJA

  1. Sebelum memasang kap kutukepadapasien, petugas memakai celemek, tutup kepala dan sarung tangan dahulu
  2. Pengalas dipasang pada bahu dan diberi peniti agar tidak lepas
  3. Kertas dilebarkan sampai ember yang diletakkan didekat punggung pasien. Selanjutnya, rambut disisir dengan sisir biasa, kemudian dengan sisir kutu, kotoran dibuang kedalam bengkok yang berisi cairan disinfektan
  4. Kulit kepala pada batas rambut diberi vaselin
  5. Kulit kepala digosok dengan kain kasa yang telah dilumuri obat kutu. Ini dilakukan sedikit demi sedikit dari kulit kepala sampai ujung rambut secara merata
  6. Khusus rambut panjang harus dijalin secara longgar dan digulung
  7. Kepala dibungkung dengan kap kutu atau kain segitiga yang ujungnya disimpulkan diatas dahi dan diberi peniti dengan telinga tidak sampai tertutup
  8. Posisi pasien diatur kembali, kap kutu dibiarkan selama 12-18 jam setelah itu rambut dicuci sesuai prosedur mencuci rambut
  9. Peralatan desinfeksi, dibereskan dan dikembalikan pada tempat semula
  10. Dokumentasikan tindakan


Sunday, April 16, 2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGGANTI ALAT TENUN DENGAN PASIEN DI ATASNYA

SOP MENGGANTI ALAT TENUN DENGAN PASIEN DI ATASNYA

A.  DEFINISI
Suatu kegiatan untuk mengganti alat tenun (sprei) pada tempat tidur pasien yang tidak dapat bangkit dari tempat tidur.

B.  TUJUAN

  1. Menjaga kebersihan lingkungan
  2. Mencegah infeksi
  3. Memberikan rasa nyaman

C.  INDIKASI
Dilakukan pada pasien yang tidak dapat bangkit dari tempat tidur

D.  PERSIAPAN PASIEN
Memberikan penjelasan tentang maksud dan tindakan

E.  PERSIAPAN ALAT

  1. Alat tenun:
  2. Laken
  3. Perlak bila perlu
  4. Steek laken
  5. Boven laken
  6. Sarung bantal
  7. Selimut
  8. Tempat untuk pakaian kotor
  9. Ember berisi desinfektan
  10. Ember berisiair bersih
  11. Lap kerja 3 potong


F.  CARA KERJA

  1. Memberitahu pasien
  2. Mencuci tangan
  3. Mengangkat selimut lalu dimasukkan kedalam pakaian kotor
  4. Memiringkan pasien. Bila pasien tidak dapat miring sendiri, dibantu oleh  soerang perawat lagi yang memegang bahu dan paha pasien dari sisi lain
  5. Menempatkan bantal dibawah kepala pasien
  6. Melepaskan alat - alat tenun dari bawah Kasur dimana perawat berdiri
  7. Menggulung steek laken sampai ke punggung pasien
  8. Membersihkan perlak dengan lap yang dicelupkan kedalam larutan desinfektan, kemudian dibersihkan, lalu dibersihkan  dengan air bersih, dikeringkan dan ditutup sampai ke punggung pasien ( bila perlu perlak diganti ).
  9. Menggulung laken sampai ke punggung pasien
  10. Membersihkan kerangka tempat tidur di sisi perawat berdiri
  11. Membentangkan laken bersih memanjang dengan lipatan tengahnya tepat pada bagian tengah tempat tidur, menyisipkan laken bagian kepala dan kaki ke bawah Kasur, kemudian membuat sudut dan menyisipkan bagian sisi ke bawah Kasur.
  12. Membentangkan kembali perlak yang ditutupkan pada punggung pasien
  13. Memasang steek laken bersih dan bersama dengan perlak di sisipkan kebawah Kasur, caramembentangkannyasamaseperti memasanglaken.
  14. Menelentangkan pasien, kemudian dimiringkan ke sisi lain
  15. Perawat pindah di sisi lain dengan membawa alat - alat pembersihan
  16. Melepaskan alat tenun dari bawah Kasur
  17. Mengangkat steek laken kotor ke tempat pakaian kotor
  18. Membersihkan perlak dengan cara yang sama seperti cara di atas, kemudian di tutupkan pada punggung pasien
  19. Mengangkat laken kotor, kemudian dimasukkan ke dalam pakaian kotor
  20. Membersihkan kerangka tempat tidur dengan cara yang sama seperti di atas
  21. Menarik laken bersih pada punggung pasien lalu dientangkan hingga rata
  22. Menelentangkan pasien
  23. Mengangkat bantal, diratakan kapuknya dan diganti sarungnya dengan yang bersih, lalu diletakkan kembali dibawah kepala pasien.
  24. Menggantiboven laken yang kotor dengan yangbersih,caranya sepertimemasangselimut mandi
  25. Memasang selimut, menyisipkan boven laken dan selimut bagian kaki ke bawah Kasur
  26. Merapikan pasien
  27. Memebereskan alat - alat tenun dan dikembalikan ke tempatnya masing - masing

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MEMANDIKAN PASIEN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MEMANDIKAN PASIEN

A. Definisi
Tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat ,mulai dari dada, perut, ekstremitas atas, punggung dan ekstremitas bawah untuk mempertahankan kebersihan tubuh pasien yang tidak mampu mandi secara mandiri atau tidak memerlukan bantuan dari orang lain menggunakan air dan sabun mandi.

B. TUJUAN 

  1. Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
  2. Memberikan rasa nyaman
  3. Merangsang peredaran darah
  4. Merilekskan otot
  5. Mencegah infeksi kulit
  6. Mendidik pasien dalam kebersihan perseorangan


C. INDIKASI

  1. Dilakukan pada pasien dengan keadaan yang lemah
  2. Dilakukan pada pasien dengan masaalah pada kulit


D. PESIAPAN PASIEN

  1. Memberikan penjelasan pada pasien tentang maksud dan tujuan tindakan
  2. Memposisikan pasien sesuai kebutuhan


E. PERSIAPAN ALAT

  1. 2 Waskom berisi air hangat
  2. 2 Waslap
  3. Sabun
  4. 2 Handuk
  5. 1 Stel pakaian
  6. Selimut
  7. Underpad ganti
  8. Perlak
  9. Sarung tangan
  10. Troli
  11. Tempat tertutup pakaian kotor
  12. Pispot urinal
  13. Kapas cebok
  14. Bila perlu minyak telon dan perlak


F. CARA KERJA

  1. Pintu, jendela atau gorden ditutup, bila digunakan scherm bila perlu
  2. Selimut dan bantal dipindahkan dari tempat tidur. Bila masih dibutuhkan, bantal digunakan seperluunya
  3. Dekatkan alat-alat
  4. Tanyakan apakah pasien hendak BAB/BAK sebelum dimandikan
  5. Perawat berdiri disisi kiri atau sisi kanan pasien
  6. Mencuci tangan klien
  7. Beri tahu pasien, bahwa pakaian atas harus dibuka, lalu bagian yang terbuka itu ditutup dengan selimut mandi atau kain penutup
  8. Pasien siap dimandikan dengan urutan sbb:
  9. Mencuci muka
  10. Mencuci lengan
  11. Mencuci dada dan perut
  12. Mencuci punggung
  13. Mencuci kaki
  14. Mencucci lipat paha dan genetalia


Mencuci muka
Langkah:

  1. Bentangkan handuk dibawah kepala
  2. Bersihkan bagian mata pasien hanya dengan menggunakan air. Gunakan satu sisi washlap untuk membersihkan satu mata.
  3. Tanyakan apakah pasien ingin memakai sabun atau tidak
  4. Bersihkan bagian wajah, telinga dan leher pasien dengan menggunakan washlap dan keringkan

Mencuci lengan
Langkah:

  1. Turunkan selimut mandi
  2. Naikkan kedua tangan pasien, letakkan handuk diatas dada pasien dan lebarkan kesamping kiri dan kanan sehingga kedua tangan dapat diletakkan keatas handuk
  3. Basahi dan sabuni lengan pasien dimulai dari sisi yang terjahu dari perawat, kemudian bilas dan keringkan. Lakukan hal yang sama pada lengan disisi terdekat perawat

Mencuci dada dan perut
Langkah:

  1. Tanggalkan pakaian bawah pasien dan turunkan selimut mandi sampai kearea pubis
  2. Naikkan kedua tangan pasien, angkat handuk dan bentangkan handuk pada sisi pasien
  3. Basahi dan sabuni ketiak, dada dan perut pasien kemudian bilas dan keringkan  dengan handuk

Mencuci punggung
Langkah:

  1. Miringkan pasien kekiri
  2. Bentangkan handuk dibawah punggung hingga kebagian bokong
  3. Basahi dan sabuni punggung kemudian bilas dan keringkan. Angkat handuk.
  4. Miringkan pasien kekanan dan lakukan hal yang sama.
  5. Telentangkan pasien dan kenakan pakaian bagian atas dengan rapi.

Memcuci kaki
Langkah:

  1. Keluarkan kaki pasien disisi jauh perawat dari bawah  selimut mandi
  2. Bentangkan handuk dibawah kaki dan tekuk lutut pasien
  3. Basahi, sabuni kaki pasien kemudian bilas dan keringkan.
  4. Lakukan hal yang sama pada kaki disisi terdekat perawat.

Mencuci daerah lipat paha dan genetalia
Langkah:

  1. Bentangkan handuk dibawah bokong
  2. Bersihkan daerahlipatan paha dan genetalia dengan cara dibasahi,disabuni, dibilas dan dikeringkan
  3. Bantu pasien menggunakan pakaian bagian bawah. Angkat handuk
  4. Ganti selimut mandi dengan selimut pasien
  5. Rapikan kembali bed dan posisikan pasien supaya nyaman
  6. Bereskan alat, pakaian dan alat tenun yang telah dipakai atau kotor.
  7. Cuci tangan
  8. Dokumentasikan tindakan.


Thursday, March 30, 2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENCUCI RAMBUT PASIEN

SOP MENCUCI RAMBUT PASIEN

A. Definisi
Tindakan yang dilakukan perawat untuk membersihkan rambut pasien dengan menggunakan air hangat dan shampoo untuk mempertahan kebersihan rambut.

B. TUJUAN

  1. Memberikan perasaan senang dan segar kepada klien
  2. Rambut tetap bersih, rapi dan terpelihara
  3. Merangsang peredarah darah dibawah kulit kepala
  4. Membersihkan kutu dan ketombe


C. INDIKASI

  1. Pasien yang berkutu setelah di pasangkan cap kutu
  2. Pasien dengan masalah pada rambut

PERSIAPAN PASIEN

  1. Memberikan penjelasan tentang maksud dan pemberian tindakan
  2. Posisiskan pasien sesuai kebutuhan


D. PERSIAPAN ALAT

  1. 2 buah sisir
  2. 2 buah handuk
  3. 1 buah washlap
  4. Sarung tangan bersih
  5. Kapas dan tempatnya
  6. Sabun atau shampoo
  7. Alas (handuk atau perlak)
  8. Talang karet
  9. Kom kecil (mangkok) serta kain kasa dan kapas pada tempatnya2-3 potong
  10. Bengkok berisi larutan lisol 2-3%
  11. Sarung tangan bersih
  12. Celemek
  13. Gayung
  14. Ember berisi kain bersih
  15. Kain pel
  16. Ember kosong
  17. Ceret atau termos berisi air panas


E. CARA KERJA

  1. bawa alat kedekat pasien
  2. cuci tangan
  3. pakai sarung tangan
  4. pakai celemek
  5. atur posisi tidur pasien senyaman mungkin dengan kepala dekat disisi tempat tidur
  6. pasang perlak dan handuk dibawah tempat tidur klien
  7. letakkan ember yang dialasi kain pel, dibawah kepala klien
  8. pasang handuk dan perlak dibawah tempat tidur klien
  9. pasang talang karet dan arahkan ke ember yang kosong
  10. tutup lubang telinga luar dengan kapas dan tutup mata klien dengan kasa
  11. tutup dada dengan handuk sampai ke leher
  12. sisir rambut kemudian siram dengan air hangat dengan menggunakan gayung
  13. gosok pangkal rambut dengan kain kas yang telah diberi shampoo kemudian urut dengan ujung jari. Kasa kotor dibuang ke bengkok.
  14. Bilas rambut sampai bersih kemudian keringkan.
  15. Angkat tutup mata dan telinga.
  16. Angkat talang, masukkan kedalam ember dan letakkan handuk kedalam baki
  17. Kembalikan pasien dalam posisi semula dengan cara mengangkat kepala dan alasnya serta meletakkannya diatas bantal
  18. Keringkan rambut klien dengan menggunakan handuk kemudian disisir sampai rapi
  19. Rapikan klien
  20. Lepas sarung tangan dan masukkan ke dalam bengkok 
  21. Lepaskan celemek dan masukkan ke dalam ember kosong
  22. Bereskan dan bersihkan alat
  23. Kembalikan alat ke tempat semula
  24. Cuci tangan
  25. Dokumentasikan tindakan



STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ORAL HYGIENE

SOP ORAL HYGIENE

A. DEFINISI

Tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat untuk membersihkan gigi pasien dari sisa-sisa makanan atau kotoran dengan menggunakan sikat gigi dan dilakukan pada psien yang tidak dapat melakukan sendiri.

B. TUJUAN

  1. Mencegah penyakit gigi dan mulut
  2. Mencegah penyakit yang penularannya melalui mulut
  3. Mempertinggi daya tahan tubuh
  4. Memperbaiki fungsi mulut untuk meningkatkan nafsu makan
  5. Mencegah infeksi gusi dan gigi
  6. Mempertahkan kenyamanan rongga mulut


C. INDIKASI

  1. Pasien dengan penurunan kesadaran
  2. Pasien dengan paralysis
  3. Pasien yang mengalami pembedahan rongga mulut


D. PESIAPAN PASIEN

  1. Memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan tindakan
  2. Posisikan pasien sesuai kebutuhan


E. PERSIAPAN ALAT

  1. Handuk
  2. Perlak
  3. Gelas kumur
  4. obat kumur
  5. sikat gigi dan pasta gigi
  6. bengkok
  7. tissue
  8. lidih kapas
  9. tongue spatel
  10. senter
  11. sarung tanngan
  12. pelembab bibir


F. CARA KERJA

  1. Cuci tangan
  2. Dekatkan alat-alat
  3. Letakkan perlak disalah satu sisi wajah diatas bantal
  4. Latakkan handuk di bawah dagu
  5. Miringkan kepala pasien kesalah satu sisi
  6. Letakkan bengkok dibawah dagu
  7. Periksa gigi dengan menggunakan tongue spatel dan senter
  8. Berikan air untuk berkumur
  9. Gosok gigi pasien dengan gerakan ke ataske bawah dan gerakakan kearah luar dalam untuk gigi dalam
  10. Berikan air untuk berkumur
  11. Bersihkan sisa kotoran yangmasih menempel pada gusi dengan menggunakan tongue spatel
  12. Keringgkan bibir dengan tissue
  13. Angkat handuk dan berikan pelembab bibir
  14. Cuci tangan
  15. Dokumentasikan tindakan


Wednesday, March 29, 2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENIS HYGIENE

SOP PENIS HYGIENE

A.  DEFINISI
Tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat untuk membersihkan alat kelamin pria bagian luar

B. TUJUAN

  1. Menjaga kebersihan diri terutama bagian perineal genital
  2. Mencegah infeksi
  3. Memberikan pengobatan
  4. Memberikan rasa nyaman


C.  INDIKASI
Pasien dengan penurunan kesadaran
Pasien yang akan dipasang kateter
Pasien dengan masalah pada genetalia

D. PERSIAPAN PASIEN

  1. Memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan tindakan
  2. Posisikan pasien sesuai kebutuhan


E.  PERSIAPAN ALAT

  1. Kom steril berisi kapas savlon / kapas sublimat
  2. Sarung tangan
  3. Pinset anatomis
  4. Korentang
  5. Perlak
  6. BengkokPispot


F.  CARA KERJA

  1. Dekatkan alat-alat
  2. Atur posisi litotomi
  3. Lepas celana dalam
  4. Cuci tangan
  5. Kenakan sarung tangan
  6. Pasang perlak dan pispot
  7. Tangan kiri memegang penis dengan gentle. Pada pasien yang belum dicircumisi Tarik preputium sehingga glands penis terlihat. Tunda tindakan apabila pasien ereksi.
  8. Dengan tangan kanan ambil kapas savlon dengan menggunanakan pinset
  9. Usapkan kapas savlon pada metus uretra dengan gerakan memutar kearah luar. Buang kapas dan ulangi sesuai prosedur. Keringkan
  10. Cuci batang penis dengan perlahan namun kuat kearah bawah. Bilas dan keringkan
  11. Bersihkan skrotum. Angkat testis dengan hati-hati dan cuci lipatan kulit dibawahnya. Bilas dan keringkan
  12. Rapikan alat
  13. Kembalikan pasien pada posisi semula
  14. Lepas sarung tangan dan cuci tangan
  15. Dokumentasikan tindakan 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) VULVA HYGIENE

SOP VULVA HYGIENE

A.  DEFINISI
Tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat untuk membersihkan alat kelamin wanita bagian luar.

B.  TUJUAN
menjaga kebersihan diri terutama perineal genital
mencegah infeksi
menghindari kelembapan berlebih
memberikan pengobatan
memberika rasa nyaman

C. INDIKASI

  1. pasien dengan penurunan kesadaran
  2. Pasien post partum
  3. pasien dengan luka episiotomii
  4. pasien dengan masalah pada genitalia


D. PERSIAPAN PASIEN

  1. memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan tindakan
  2. memposisikan pasien sesuai kebutuhan


E. PERSIAPAN ALAT

  1.  Kom steril berisi kapas savlon/kapas sublimat
  2. sarung tangan
  3. pinset anatomis
  4. korentang
  5. perlak
  6. bengkok
  7. pispot
  8. baskom berisi air bersih
  9. pembalut
  10. celana dalam


F. CARA KERJA

  1. dekatkan alat-alat
  2. atur posisi litotomi
  3. lepas celana dalam
  4. cuci tangan
  5. kenakan sarung tangan
  6. pasang perlak dan pispot
  7. guyur alat genitalia luar dengan air bersih
  8. ambil kapas savlon denganpiset bungkung ibu jari dan telunjuk kiri dengan kapas savlon dan renggangkan labia
  9. dengan tangan kanan ambil kapas savlon dengan menggunakan pinset
  10. usapkan kapas savlon pada labia mayora kanan, labia mayora kiri dan minora. Satu kapas digunakan untuk satu labia. Sekali usap dan buang kebengkok.
  11. Pasang pembalut dan celana dalam
  12. Rapikan alat
  13. Kembalikan pasien pada posisi semula
  14. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
  15. Dokumentasikan tindakan