Showing posts with label PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL. Show all posts
Showing posts with label PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL. Show all posts

Wednesday, June 14, 2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGUKURAN SUHU DI MULUT

SOP PENGUKURAN SUHU DI MULUT

A. DEFINISI
Pengukuran suhu di mulut adalah suatu tindakan untuk mengukur suhu tubuh dengan menggunakan thermometer oral.

B. TUJUAN
Mengetahui suhu tubuh klien

C. PERSIAPAN PASIEN

  1. Berikan salam, perkenalkan diri perawat, dan identifikasi klien dengan memeriksa identitas klien secara cermat.
  2. Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan

D. PERSIAPAN ALAT

  1. Thermometer bersih dalam tempatnya
  2. 3 botol berisi
  3. Larutan sabun
  4. Larutan lisol 5% didalamnya diberi alas kain kassa
  5. Air bersih, didalamnya diberi alas kain kassa
  6. Tissue
  7. Bengkok
  8. Buku catatan

E. CARA KERJA

  1. Beritahu klien bahwa tindakan akan segera dimulai
  2. Bawa alat - alat kedekat pasien
  3. Cuci tangan
  4. Perintahkan pasien untuk membuka mulut
  5. Letakkan ujung thermometer dibawah lidah pasien dari sudut mulut
  6. Perintahkan pasien untuk mengatupkan mulut rapat - rapat dan bernapas melalui hidung
  7. Angkat thermometer setelah 3 - 5 menit
  8. Bersihkan thermometer dengan tissue dari atas kearah reservoir
  9. Baca dan caat hasilnya
  10. Bersihkan kembali thermmometer sesuai prosedur
  11. Akhiri kegiatan dengan baik
  12. Cuci tangan dan kembalikan alat yang telah digunakan ke tempatnya
  13. Dokumentasikan tindakan

Saturday, June 10, 2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGUKURAN SUHU DIAXILA/KETIAK

SOP PENGUKURAN SUHU DIAXILA/KETIAK

A. DEFINISI
Pengukuran suhu di axila adalah suatu tindakan untuk mengukur suhu tubuh dengan menggunakan thermometer aksila

B. TUJUAN
Mengetahui suhu tubuh klien

C. PERSIAPAN PASIEN

  1. Berikan salam, perkenalkan diri perawat,dan identifikasi klien dengan memeriksa identitas klien secara cermat
  2. Jelaskan posedur tindakan yanga kan dilakukan

D. PERSIAPAN ALAT

  1. Therometera bersih dalam tempatnya
  2. 3 botol berisi 
  3. Larutan sabun
  4. Larutan lisol 5% di dalamnya diberi alas kain kassa
  5. Air bersih, di dalamnya di beri alas kain kassa
  6. Tissue
  7. Bengkok 
  8. Buku catatan

E. CARA KERJA

  1. Beritahu klien bahwa tindakan akan segera dimulai
  2. Bawa alat-alat kedekat klien
  3. Cucitangan
  4. Keringkan ketiak pasien dengan sapu tangan atau handuk pasien atau tissue
  5. Periksa thermometer apakah air raksa sudah turun sampai reservoir ( jika belum turunkan lebih dahulu )
  6. Jepitkan thermometer di tengah - tengah ketiak, lengan psien dilipat di dada, tangan pasien memegang bahu di sebelahnya sementara tangan lain menahan siku, sehhingga ketiak tertutup rapat
  7. Angkat thermometer setelah 5 – 10 menit
  8. Bersihkan thermometer dengan tissue dari atas ke arah reservoir
  9. Baca dan catat hasil suhu klien
  10. Bersihkan kembali thermometer sesuai prosedur
  11. Turunkan air raksa sampai reservoir
  12. Rapikan peralatan yang telah digunakan
  13. Akhiri kegiatan dengan baik
  14. Cuci tangan
  15. Dokumentasikan tindakan

Wednesday, June 7, 2017

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) MENGUKUR TAKANAN DARAH

MENGUKUR TAKANAN DARAH

A. DEFINISI
Tindakan yang dilakukan untuk besarnya tekanan darah

B. TUJUAN
Menetahui tekanan darah

C. PERSIAPAN PASIEN

  1. Berikan salam, perkenalkan diri perawat, dan identiikasi klien dengan memeriksa identitas klien secara cermat
  2. Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan

D. PERSIAPAN ALAT

  1. Tensimeter
  2. Stetoskop 
  3. Buku catatan

E. CARA KERJA

  1. Beritahu klien bahwa tindakan akan segera dimulai
  2. Bawa alat – alat kedekat pasien
  3. Cuci tangan
  4. Gulung lengan baju klien
  5. Manset tensimeter dipasang pada lengan atas dengan pipa karetnya berada disisi luar lengan
  6. Manset dipasang tidak terlalu kuat dan tidak terlalu longgar
  7. Pompa tensimeter dipasang
  8. Denyut nadi arteri brachialis diraba, lalu stetoskop ditempatkan pada daerah tersebut
  9. Sekrup balon karet ditutup, pengunci air raksa dibuka, selanjutnya balon dipompa sampai denyut arteri tidak terdengar lagi dan air raksa di pipa naik
  10. Sekrup balon dibuka perlahan - lahan sehingga air raksa turun perlahan – lahan sambil memperhatikan turunnya air raksa, dengarkan bunyi denyutan pertama
  11. Skala permukaan air raksa pada waktu terdengar denyutan pertama disebut tekanan sistol
  12. Dengarkan terus sampai denyutan berakhir, skala permukaan air raksa pada waktu denyutan berakhir disebut tekanan diastole
  13. Catat hasilnya, pencatatan dilakukan dengan ncara : tekanan systole dituliskan diatas dan tekanan diastole dituliskan dibawah, misalnya 120 / 80 dengan satuan mmhg
  14. Cuci tangan
  15. Dokumentasikan tindakan

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

  1. MEMASANG MANSEET HAARUS TEPAT DIATAS PERMUKAAN DINDING ARTERI BRACHIALIS
  2. MENEPELKAN STETOSKOP JANGANTERLALU KERAS DAN PENGGUNAANNYA HARUS TEPAT
  3. SEBELUM MENUTUP TENSIMETER MASUKAN DULU AIR RAKSA KE DALAM RESERVOIRNYA, MANSET DAN BALON DISUSUN DALAM TEMPATNYA UNTUK MENCEGAH PECAHNYA TABUNG AIR RAKSA.
  4. PADA ANAK - ANAK DIGUNAKAN MANSET KHUSUS
  5. BILAMANA MENGGUNAKAN TENSIMETER ELEKTRONIK ( BATERY ) PENGGUNAANNYA SESUAIKAN DENGAN PETUNJUK YANG ADA SECARA TEPAT DAN BENAR.